PT Eagle High Plantations Tbk

KEBERLANJUTAN

Pengelolaan dan Pencegahan Kebakaran

Kebakaran hutan merupakan suatu isu yang perlu menjadi prioritas karena selain menyebabkan dampak negatif bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati, juga membahayakan kesehatan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Sebagai salah satu anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Perseroan berkomitmen untuk menerapkan praktik terbaik kelapa sawit yang dijalankan tanpa membakar. Perseroan membentuk regu pemadam kebakaran di masing-masing perkebunan. Regu pemadam kebakaran bertugas untuk memantau dan megidentifikasi titik panas karena pembakaran lahan, ataupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah operasional Perseroan.

Pemantauan dilakukan oleh regu pemadam kebakaran dengan satelit Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Untuk titik panas yang terdeteksi, regu pemadam kebakaran akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan, kemudian ditindalanjuti dengan pemadaman, pembuatan berita acara jika terjadi kebakaran lahan, dan pelaporan kepada pihak-pihak terkait. Untuk memitigasi terjadinya kebakaran lahan, Perseroan melakukan sosialisasi ke masyarakat sekitar terkait pelarangan membuka lahan dengan cara membakar.

Berikut adalah jumlah titik api yang terpantau dalam periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021.


Untuk menjaga dan menyelamatkan area kelapa sawit yang terdampak, berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut:

  • Seluruh eksekutif senior diarahkan untuk mengunjungi lapangan, khususnya Area Hot Spot untuk melakukan tinjauan komprehensif terhadap peralatan pemadam kebakaran (mesin pompa dan perlengkapan lainnya, kendaraan, drone, dan lainnya) di lokasi dan melakukan stok ulang jika diperlukan.
  • Tim Patroli Kebakaran di semua perkebunan diwajibkan untuk menyerahkan laporan kejadian pada hari yang sama dan melakukan pembaruan dua kali sehari terkait langkah-langkah mitigasi.
  • Seluruh staf dan penduduk sekitar diberikan pengarahan tentang potensi bahaya secara berkala, serta langkah-langkah pencegahan dan manajemen keselamatan yang tepat.
  • Pelaporan harus dipusatkan ke Departemen Operasional dan Departemen Sustainability di Kantor Pusat. Departemen Sustainability memastikan tindakan yang dilakukan relevan dengan mitigasi yang dilaksanakan.
  • Memobilisasi drone yang ada ke area yang terkena dampak untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kebakaran serta mengkuantifikasi area yang terkena dampak (jika memungkinkan).


Previous PostKeanekaragaman Hayati
Next PostPengelolaan dan Pencegahan Kebakaran